Pengurus Koperasi An-Nisa’ Muslimat NU Lombok Utara dilantik

 

TANJUNG- Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi KLU, Ahmad Abdul Gani, melantik secara resmi pengurus Koperasi An-Nisa’ Muslimat NU Lombok Utara (Senin, 12/12/11) di Lekok Selatan, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, KLU. Menurut Gani, pelantikan tersebut adalah langkah awal bagi koperasi setempat dalam mengembangkan sayap perkoperasian di masyarakat khususnya warga nahdiyin Lombok Utara.

Pengembangan koperasi harus dimulai dari adanya daya dukung, semangat dan modal keinginan yang cukup dari para pengelola. Misalnya dalam permodalan, meski ada simpanan pokok dari tiap-tiap insan koperasi sebagai modal awal pengelolaan badan usaha yang diselancari.

Lebih jauh, ia menuturkan, masing-masing elemen koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama baik pengurus maupun anggota. Semua elemen harus saling topang dalam menjalankan rodan koperasi. Persiapan awal yang harus dimiliki pengurus adalah 16 buku wajib untuk kelengkapan awal administrasi. Secara umum.

 

Pengurus, manurut Gani, punya kewajiban melayani anggota sesuai aturan yang berlaku, pengurus mengadakan RAT tutup buku tiap akhir tahun. Agenda yang dibahas dalam rapat misalnya mengenai kemajuan dan perkembangan koperasi selama satu tahun serta kendala-kendala yang dihadapi. Pun, anggota juga memiliki kewajiban menopang pengurus untuk menjalankan roda usaha.

“Kewajiban harus didahulukan terlebih dahulu baru kemudian hak dituntut. Jangan sampai sebaliknya,” saran Gani pada pengurus dan anggota koperasi An-Nisa’. Intinya, dalam mengelola koperasi adalah adanya perhatian penuh pengurus pada konsep – ADMO – “administrasi, manajemen, dan organisasi” secara teratur, terukur dan terorganisir.

Seusai melantik, pengurus koperasi An-Nisa’, Abdul Gani, berpesan jangan sampai anggota koperasi bersangkutan meminjam uang di bank-bank subuh. Jika ada masalah sebisa mungkin tempuh jalur musyawarah, berkonsultasi atau berkoordinasi dengan dinas koperasi KLU. “Jangan sampai ada masalah tidak diungkapkan, jangan sampai memendam masalah bila ada masalah,” pesannya.

Sementara itu, Staf Ahli bidang pemerintahan Pemerintah Lombok Utara, H. Sayuti MS, mengatakan, peresmian koperasi An-Nisa’ merupakan titik awal peningkatan perekonomian warga NU khususnya muslimat-muslimat NU Lombok Utara. Namun demikian, kerjasama yang solid antara pengurus dengan pengurus, pengurus dengan anggota maupun sesama anggota mutlak terbangun secara kooperatif. Pasalnya kerjasama yang baik menjadi kunci utama perkembangan dan kemajuan sebuah koperasi.

Kerjasama, sambung Sayuti, dapat menopang perkembangan koperasi muslimat NU tersebut di masa mendatang. Bahwa pendirian koperasi An-Nisa’ ini harus sesuai dengan cita-cita dan tujuan koperasi itu sendiri. Roda koperasi bisa berjalan mulus bila dikelola dengan manajerial yang baik, tangguh, bertanggung jawab dan keadilan yang merata pada semua anggota. “Jangan sampai pilih kasih dalam memberi pelayanan pada anggota. Tebang pilih pelayanan hanya akan membuat koperasi collaps,” ingatnya.

Ketua Syuriah NU Lombok Utara ini, mengharapkan, para pengelola koperasi untuk senantiasa membangun rasa persaudaraan, kebersamaan dan kekompakan di dalam tubuh koperasi yang telah dibentuk supaya adanya kolaborasi sikap dan tindakan dalam mengelola koperasi. “Saya harap antara pengurus dan anggota sebisa mungkin mesti bangun rasa kebersamaan yang kompak dan utuh untuk mencapai tujuan tingkatkan kesejahteraan kaum muslimat NU Lombok Utara,” harapnya.mil

 

Mutiara Hadits

Pintu-pintu kebaikan

Mu'adz bin Jabal r.a berkata, "Aku pernah berkata, 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memasukkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka'."

Selengkapnya...