MELIHAT LEBIH DEKAT ‘RUMAH’ UPIN & IPIN (1)

Khofifah berkujung ke 'rumah' Upin dan IpinPemirsa televisi Indonesia, khususnya anak-anak, sudah sangat akrab dengan film animasi Upin & Ipin. Karena itu ketika Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa—yang juga menaungi Taman Kanak-kanak Muslimat se-Indonesia—berkunjung ke Malaysia, rombongan pun menyempatkan mampir ke rumah Upin & Ipin untuk mengetahui proses produksi film tersebut.

Rumah yang memproduksi serial animasi Upin & Ipin terletak di kawasan Shah Alam, Selangor, Malaysia. Ya, sekitar 40 km dari Kuala Lumpur atau 35 menit perjalanan darat dari ibukota negeri tersebut.

Orang Malaysia sendiri menyebut studio pembuatan serial Upin & Ipin dengan Kantor Les’Copaque. Nama yang cukup keren. Tapi mungkin orang tidak menyangka bahwa kantor production house (PH) ini tidak sebesar namanya di jagad hiburan film animasi. Sebab katornya sederhana.

Hanya berupa ruko berlantai 3. Meski demikian, studio ini paling mencolok di kompleks perkantoran itu meski jika dilihat dari luar sebenarnya tidak ada suatu yang luar biasa dari kantor PH ini. “Kantornya kok kecil ya. Kantor Duta (Masyarakat) di Jakarta dan Surabaya kayaknya lebih besar dan lebih bagus,” kata salah seorang anggota rombongan Khofifah.

Namun, ketika masuk ke dalam, kehebatan PH ini mulai terlihat. Semua karyawan sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang sibuk melayani tamu, menggarap animasi, mendesain iklan, dan pekerjaan lainnya.

Mohd. Zarin, Public Relation Les’Copaque menyambut rombongan di depan pintu. Dengan ramah, pria hitam manis itu menyalami semua anggota rombongan yang terdiri atas delapan orang. “Selamat datang, senang kami mendapat kunjungan dari Indonesia,” kata pria tersebut.

Zarin kemudian mempersilakan rombongan duduk di ruang tamu yang berdampingan dengan ruang manajemen. Beberapa saat kemudian Zarin mengantarkan rombongan ke lantai dua dan tiga. Suasana ruang kerja cukup ramai. Selain rombongan dari Jakarta, tampak puluhan mahasiswa dari Malaysia sedang melakukan kunjungan serupa. Mereka berdialog serius dengan karyawan Les’Copaque. Staf produksi juga sibuk melayani rombongan dari Jakarta. Dan meski baru sekali bertemu, mereka menunjukkan suasana yang cukup akrab. “Selamat datang di kantor kami,” kata mereka.

Zarin kemudian memperkenalkan sejumlah nama yang cukup populer dalam film Upin & Ipin kepada rombongan. Mereka adalah para pengisi suara, creative director, dan script writer dan para pembuat animasi yang mayoritas masih sangat muda. Umurnya antara 18 - 30 tahun.

Les’Copaque sendiri milik warga Malaysia bernama Burhanuddin Bin MD Radzi. Hanya saja membuat film animasi sebenarnya bukan bisnis yang biasa digeluti oleh Burhan— demikian dia biasa disapa—sebab dia pengusaha sukses di bidang perminyakan dan gas. Tapi suatu ketika Burhan berhenti berbinis minyak dan menjual saham perusahaannya.

Kisah sukses Burhan menggeluti film animasi berawal ketika tiga mahasiswa Malaysia, yaitu Mohd. Nizam, Mohd. Safwan, dan Usamah Zaid, datang menemui Burhan. Mereka menyampaikan info bahwa Multi Media University punya keinginan membuat film animasi 3 dimensi. Burhan dan istrinya, Ainun Arif, pun menyambut permintaan itu. Bahkan mereka berdua turut terlibat langsung dalam pembuatan film yang lalu diberi tajuk “Geng: Pengembaraan Bermula”.

Yang menarik, Ainun, istri Burhan, sebelumnya hanya ibu rumah tangga biasa. Namun dia punya hobi menonton film, mulai dari Bollywood, Hollywood, Melayu, hingga film Indonesia. Setelah terlibat dalam proyek ini, Ainun kemudian seolah “kepalang basah”. Dia terjun total dalam pembuatan cerita Upin & Ipin.

Yang unik, sejatinya karakter Upin & Ipin sendiri awalnya hanya tokoh sampingan saja dari film “Geng” di mana karakter utama film ini remaja Badrol dan Lim. Namun, tiada disangka, tingkah polah Upin & Ipin yang lucu menggemaskan dalam film itu ternyata lebih mencuri perhatian pemirsa TV di Malaysia ketimbang tokoh lain. Bahkan dibanding si Badrol dan Lim.

Maka, pada tahun 2007, si kembar Upin & Ipin pun dibuat dalam serial film animasi khusus Ramadhan. Serial yang tiap episode berdurasi 7 menit itu dimaksudkan untuk mendidik anak-anak dalam berpuasa.

Cerita Upin & Ipin tahun pertama itu total dibuat oleh Burhan dan Ainun. Mereka membuat film ini berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya semasa kecil dan sebagai orang tua. Latar belakang kampung dan berbagai jenis permainan anak sengaja ditampilkan agar pemirsa orang tua pun bisa bernostalgia. Dan, tak disangka, sosok Upin & Ipin yang di Malaysia ditayangkan di TV 9, ternyata meraih sukses besar. Kisah yang diangkat berhasil menuturkan makna Ramadhan secara menarik. Seperti masalah berpuasa, takbiran, sahur, nuzulul Quran, Lebaran, dan sebagainya.

Sukses Upin & Upin tidak hanya di Malaysia saja, tapi sampai ke negara Asia lain, termasuk Indonesia. Tidak hanya itu, Upin & Ipin juga telah dikenal masyarakat di Eropa, Amerika, dan Australia. Luar biasa!.(dutamasyarakat)

 

Mutiara Hadits

Menyibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat

Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah Saw bersabda, "Diantara (tanda) kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tak berguna baginya." (HR Tirmidzi)